Perkiraan Penerimaan Tahun 2012

Posted on

Pemerintah memprediksi defisit anggaran tahun depan sekitar 1,4% atau lebih rendah dari tahun ini yang sebesar 1,8% lantaran prediksi penerimaan negara pada tahun depan diyakini meningkat.
Menteri Keuangan Agus D.W. Martowardojo menilai penerimaan negara tahun depan akan meningkat sekitar Rp100 triliun jika dibandingkan tahun ini.

Adapun angka tersebut bersumber dari gabungan beberapa pos penerimaan dimana yang terbesar diharapkan berasal dari penerimaan negara bukan pajak.

“Kita sementara RKP [2012] itu defisitnya antara 1,4% kira-kira. Kita juga tidak menutup diri untuk meningkatkan defisit itu dengan 0,1% atau 0,2%,” ujar Agus seusai rapat koordinasi di Kantor Menteri Koordinator Perekonomian, hari ini.

Lebih lanjut, dia menjelaskan kalau tambahan itu diarahkan kepada sektor infrastruktur. Selain itu, pemerintah juga menetapkan pengeluaran tersebut bisa efisien yakni untuk yaitu untuk belanja-belanja yang tidak mengikat serta belanja modal yang bisa betul-betul produktif.

Sebelumnya, pemerintah memperkirakan total kebutuhan belanja negara pada 2012 akan mencapai Rp1.353 triliun yang rencananya akan ditutup dari penerimaan berkisar Rp1.242-1.259 triliun dan sisanya Rp111 triliun dari utang.

Saat itu, Agus menuturkan dalam pagu indikatif anggaran pendapatan dan belanja negara 2012 ada dua alternatif yang merujuk pada asumsi harga minyak mentah Indonesia(ICP) yang akan dipakai US$85 per barel atau US$95 per barel. Apabila ICP yang dipakai US$85 per barel, maka penerimaan negara diproyeksi sebesar Rp1.242 triliun.

“Tetapi kalau menggunakan ICP US$95 per barel, maka penerimaan negara bisa mencapai Rp1.259 triliun. Tax ratio saat ini 12,1% menjadi tantangan untuk ditingkatkan mengingat di negara-negara maju itu 25-35%,” ujarnya.

Menurut Agus, target indikatif penerimaan negara tersebut akan digunakan untuk menutup kebutuhan belanja negara yang diperkirakan mencapai Rp1.353 triliun atau naik dari alokasi tahun ini yang sebesar Rp1.229 triliun.

Artinya, akan ada defisit anggaran sekitar Rp111 triliun karena pengeluaran lebih besar dari pemasukan. “Itu akan dibiayai oleh utang yang mencapai Rp111 triliun pada 2012,” katanya.

Menkeu menekankan pentingnya seluruh kementerian/lembaga (K/L) mengoptimalkan belanjanya untuk kegiatan yang benar-benar prioritas. Pada 2012, alokasi anggaran belanja K/L direncanakan sekitar Rp457 triliun. “Untuk belanja non-K/L ternyata ada pos-pos pengeluaran seperti subsidi Rp187 triliun, bayar bunga utang Rp115 triliun,” tambahnya.

Pada APBN 2011 ditetapkan pendapatan negara sebesar  Rp1.104,9 triliun yang terdiri atas pendapatan perpajakan sebesar Rp850,3 triliun, pendapatn bukan pajak sebesar Rp250,9 triliun, dan hibah sebesar Rp3,7 triliun. Adapun pos belanja negara dalam APBN tahun ini ditetapkan pada angka Rp1.229,6 triliun yang terdiri dari belanja pemerintah pusat sebesar Rp836,6 triliun dan transfer ke daerah sebesar Rp393 triliun. Sedangkan pos pembiayaan dipatok pada angka Rp124,7 triliun. Wow…

Sumber : http://www.bisnis.com/indonesia-headlines/21338-pemerintah-prediksi-defisit-tahun-depan-14

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s