Tugas Akuntansi Internasional

Posted on

 

1 Bursa Efek Dunia

Bursa Saham Kuala Lumpur (KLSE, Kuala Lumpur Stock Exchange)

KLSE dimulai pada tahun 1930 ketika Asosiasi Broker Saham Singapura didirikan sebagai satu lembaga resmi sekuritas di Tanah Melayu. Pada tahun 1937, ia terdaftar kembali sebagai Asosiasi Broker Saham Tanah Melayu, tetapi ia masih tidak memperdagangkan saham-saham publik.

Pada tahun 1960, Bursa Saham Tanah Melayu telah didirikan dan perdagangan saham publik dimulai pada 9 Mei. Pada tahun 1961, sistem papan telah diperkenalkan di mana dua buah kamar dagangan, masing-masing satu di Singapura dan Kuala Lumpur, telah terhubung oleh barisan-barisan online telepon terus menjadi satu pasar tunggal dengan saham-saham serupa dan saham-saham tercantum di satu set harga yang tunggal di kedua papan.

Bursa Saham Malaysia telah dibentuk secara resmi pada tahun 1964 dan pada tahun berikut, dengan pemisahan Singapura dari Malaysia, bursa saham terus berfungsi di bawah Bursa Saham Malaysia dan Singapura (SEMS).

Pada tahun 1973, dengan penghentian saling-bisa-mata uang antara Malaysia dan Singapura, SEMS terpisah menjadi dua, Bursa Saham Kuala Lumpur Bhd (KLSEB) dan Bursa Efek Singapura (SES). Perusahaan-perusahaan Malaysia terus terdaftar di SES dan sebaliknya. Sebuah perusahaan berhad baru menurut gerenti, Bursa Saham Kuala Lumpur (BSKL) mengambil alih operasi sebagai bursa saham KLSEB. Pada tahun 1994, perusahaan ini diubah namanya sebagai Bursa Saham Kuala Lumpur.

Bursa Saham Kuala Lumpur menjadi satu perubahan yang mutual dan telah diubah namanya sebagai Bursa Malaysia pada tahun 2004. MYX mengandung satu papan utama, satu papan kedua dan papan MESDAQ dengan jumlah permodalan pasar RM700 miliar (AS$189 miliar). Pada tahun 2005, Bursa Malaysia telah terdaftar sendiri di 18 Maret. Pada 28 April, Bursa Malaysia memperkenalkan CBRS, satu skema yang mengijinkan semua investor untuk memasuki laporan-laporan penelitian perusahaan-perusahaan terdaftar Bursa dengan pembayaran gratis.

Indeks pasar saham pertama untuk Bursa Malaysia adalah Indeks Komposit Kuala Lumpur (KLCI). Namun, pada Juni 2006, satu seri indeks baru dikembangkan secara bersama oleh Bursa Malaysia dan FTSE berkumpul telah diperkenalkan. Pada 7 November, indeks komposit akhirnya mencapai 1.000 poin dan ditutup pada 1.003,28. Ia adalah sebagian didorong oleh dagangan kokoh semalaman Wall Street. KLCI adalah diperkirakan untuk menyetujui 1.000 tanda lagi. Saat di pertengahan-Maret 2007, permodalan pasar diperkirakan berjumlah RM927.8 milyar (AS$270 miliar).

 

Korea Exchange 

Adalah operator bursa efek tunggal di Korea Selatan. Perusahaan ini bermarkas di Busan, dan memiliki kantor untuk pasar tunai dan pengawasan pasar di SeoulIndeks pasar saham utama Bursa Korea adalah KOSPI. Bursa Korea diciptakan melalui integrasi Bursa Efek Korea (Korea Stock Exchange), Bursa Berjangka Korea (Korea Futures Exchange) dan Pasar Saham KOSDAQ di bawah Undang-Undang Bursa Efek & Berjangka Korea. Pasar sekuritas dan derivatif mantan bursa sekarang divisi usaha Bursa Korea: Divisi Pasar Saham, Divisi Pasar KOSDAQ dan Divisi Pasar Derivatif. Pada Oktober 2012, Bursa Korea memiliki 1.796 perusahaan terdaftar dengan kapitalisasi pasar gabungan sebesar $1,1 triliun. Masa perdagangan di bursa KRX adalah 09:00 hingga 15:15 setiap hari kecuali Sabtu, Minggu, dan hari libur yang ditetapkan pengelola bursa sebelumnya

Bursa Efek Indonesia

Bursa Efek Indonesia (disingkat BEI, atau Indonesia Stock Exchange (IDX))merupakan bursa hasil penggabungan dariBursa Efek Jakarta(BEJ) denganBursa Efek  Surabaya(BES). Demi efektivitas operasional dan transaksi, Pemerintah memutuskanuntuk menggabung Bursa Efek Jakarta sebagaipasar sahamdengan Bursa Efek Surabayasebagaipasar obligasidanderivatif.Bursa hasil penggabungan ini mulai beroperasi pada 1 Desember 2007.

BEI menggunakan sistem perdagangan bernama Jakarta Automated TradingSystem (JATS) sejak 22 Mei 1995, menggantikan sistem manual yang digunakansebelumnya. Sejak 2 Maret 2009 sistem JATS ini sendiri telah digantikan dengan sistem baru bernama JATS-NextG yang disediakan OMX.

Pada dasarnya penyusunan laporan keuangan perusahaan dimaksudkansebagai alat bantu bagi manajemen (intern) untuk mengetahui kondisi keuangan sehinggadapat menentukan kebijakan keuangan secara tepat.Sedangkan bagi pihak luar (pemodal,maupun kreditur)laporan keuangan dapat dipakai sebagai alat untuk  pengambilan keputusan dalam melakukan investasi.

Jenis Laporan KeuanganLaporan Keuangan yang lengkap terdiri dari atas 5 (lima) bagian, yaitu :

a)      Neraca

b)      Laporan Laba Rugi

c)       Laporan Arus Kas

d)      Laporan Perubahan Modal

e)      catatan atas Laporan Keuangan

 

  1.        IFAC dan IASB

IFAC
IFAC merupakan organisasi tingkat dunia yang memiliki 159 organisasi anggota di 118 negara, yang mewakili lebih dari 2,5 juta orang akuntan. Didirikan pada tahun 1977, misi IFAC adalah “untuk mendukung perkembangan profesi akuntansi dengan harmonisasi standar sehingga akuntan dapat memberikan jasa berkualitas tinggi secara konsisten demi kepentingan umum.” Majelis IFAC yang bertemu 2,5 tahun, memiliki seorang perwakilan dari setiap organisasi anggota IFAC. Majelis ini memiliki suatu dewan, yang terdiri dari para individu yang berasal dari 18 negara yang dipilih untuk masa 2,5 tahun. Dewan ini, yang bertemu setiap 2x setahunnya, menetapkan kebijakan IFAC dan mengawasi operasinya.

 

IASB
Badan Standar Akuntansi Internasioanl (IASB), merupakan badan pembuat standar sektor swasta yang independen yang didirikan pada tahun 1973 oleh organisasi akuntansi profesional di sembilan negara dan direstrukturasi pada tahun 2001. IASB mewakili organisasi akuntansi dari sekitar 100 negara. Dengan sedemikian luasnya dasar dukungan ini, IASB merupakan kekuatan pendorong dalam penentuan standar akuntansi. Standar IASB sangat kompatibel dengan standar akuntansi yang berlaku di Amerika Serikat, Kanada, Inggris, dan negara-negara lain yang menggunakan akuntansi Anglo Saxon. Standar Pelaporan Keuangan Internasional saat ini telah diterima secara luas di seluruh dunia. Sebagai contoh, standar-standar itu (1) digunakan oleh banyak negara sebagai dasar ketentuan akuntansi nasional; (2) digunakan sebagai acuan internasional di kebanyakan negara-negara industri utama dan negara-negara pasar berkembang yang membuat standarnya sendiri; (3) diterima oleh banyak bursa efek dan badan regulator yang memperbolehkan perusahaan asing atau domestik untuk menyampaikan laporan keuangan yang disusun menurut IFRS; dan (4) diakui oleh Komisi Eropa dan badan supranasional lainnya.

Kerangka Dasar IASB Disetujui oleh IASC pada April 1989 untuk dipublikasikan pada Juli 1989 dan kemudian diadopsi pada April 2001. Kerangka dasar ini merumuskan konsep yang mendasari penyusunan dan penyajian laporan keuangan untuk pengguna eksternal.

 sumber:

http://www.wikipedia.org/

https://www.google.com/

http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_bursa_efek

http://www.academia.edu/4464164/AKUNTANSI_INTERNASIONAL

Softskill

Posted on

Image

 

Image

 

 

Image

Resume

Posted on

Intinya etika ini sangat penting untuk kehidupan bersosialisasi, aplagi untuk hubungan bisnis etika sangat dibutuhkan untuk menghadapi para klien yang berbeda watak serta sifat. Etika bisnis paling gampang diterapkan di perusahaan sendiri. Pemimpin perusahaan memulai langkah ini karena mereka menjadi panutan bagi karyawannya. Selain itu, etika bisnis harus dilaksanakan secara transparan. Pemimpin perusahaan seyogyanya bisa memisahkan perusahaan dengan milik sendiri. Dalam operasinya, perusahaan mengikuti aturan berdagang yang diatur oleh tata cara undang-undang. Etika bisnis tidak akan dilanggar jika ada aturan dan sanksi. Kalau semua tingkah laku salah dibiarkan, maka lama kelamaan akan menjadi kebiasaan., Norma yang salah ini akan menjadi budaya. Oleh karena itu bila ada yang melanggar aturan diberikan sanksi untuk memberi pelajaran kepada yang bersangkutan. Ada tiga sasaran dan ruang lingkup pokok etika bisnis. Pertama, etika bisnis sebagai etika profesi membahas berbagai prinsip, kondisi, dan masalah yang terkait dengan praktek bisnis yang baik dan etis. Dengan kata lain, etika bisnis pertama-tama bertujuan untuk menghimbau para pelaku bisnis untuk menjalankan bisnis secara baik dan etis
Kedua, menyadarkan masyarakat, khususnya konsumen, buruh, atau karyawan dan masyarakatluas pemilik aset umum semacam lingkungan hidup, akan hak dan kepentingan mereka yang tidak boleh dilanggar oleh praktik bisnis siapapun juga. Pada tingkat ini, etika bisnis berfungsi menggugah masyarakat bertindak menuntut para pelaku bisnis untuk berbisnis secara baik demi terjaminnya hak dan kepentingan masyarakat tersebut.
Ketiga, etika bisnis juga berbicara mengenai sistem ekonomi yang sangat menentukan etis tidaknya suatu praktek bisnis. Dalam hal ini, etika bisnis lebih bersifat makro atau lebih tepat disebut etika ekonomi. Dalam lingkup makro semacam ini, etika bisnis bicara soal monopoli, oligopoli, kolusi, dan praktik semacamnya yang akan sangat mempengaruhi, tidak saja sehat tidaknya suatu ekonomi, melainkan juga baik tidaknya praktik bisnis dalam sebuah negara.
Dalam upaya untuk menciptakan etika bisnis, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain yaitu
1. Pengendalian diri
2. Pengembangan tanggung jawab sosial
3. Mempertahankan jati diri
4. Menciptakan persaingan yang sehat
5. Menerapkan konsep “pembangunan berkelanjutan”
6. Menghindari sifat 5K (Katabelece, Kongkalikong, Koneksi, Kolusi dan Komisi)
7. Mampu menyatakan yang benar itu benar

Kelompok 8
Nama kelompok :
·         Godlif Saputro 23210029
·         Muhammad Ali Rafsanjani 24210630
·         Novianto Pratama 25210020
·         Riko Hanjaya 25210958
·         Sicilia Indriyani 29210429
·         Yandra Pratama 28210590

ETIKA DALAM DUNIA BISNIS

Posted on

1.      Pengertian Etika Bisnis
Etika diartikan sebagai penyelidikan terhadap alam dan ranah moralitas dimana istilah moralitas dimaksudkan untuk merujuk pada ‘penghakiman’ akan standar dan aturan tata laku moral. Etika juga bisa disebut sebagai studi filosofi perilaku manusia dengan penekanan pada penentuan apa yang dianggap salah dan benar.
Dari definisi itu kita bisa mengembangkan sebuah konsep etika bisnis. Tentu sebagian kita akan setuju bila standar etika yang tinggi membutuhkan individu yang punya prinsip moral yang kokoh dalam melaksanakannya. Namun, beberapa aspek khusus harus dipertimbangkan saat menerapkan prinsip etika ke dalam bisnis.
Pertama, untuk bisa bertahan, sebuah bisnis harus mendapatkan keuntungan. Jika keuntungan dicapai melalui perbuatan yang kurang terpuji, keberlangsungan perusahaan bisa terancam. Banyak perusahaan terkenal telah mencoreng reputasi mereka sendiri dengan skandal dan kebohongan.  Kedua, sebuah bisnis harus dapat menciptakan keseimbangan antara ambisi untuk mendapatkan laba dan kebutuhan serta tuntutan masyarakat sekitarnya. Memelihara keseimbangan seperti ini sering membutuhkan kompromi atau bahkan ‘barter’. Tujuan etika bisnis adalah menggugah kesadaran moral para pelaku bisnis dalam menjalankan good business dan tidak melakukan ‘monkey business’ atau dirty business. Etika bisnis mengajak para pelaku bisnis mewujudkan citra dan manajemen bisnis yang etis agar bisnis itu pantas dimasuki oleh semua orang yang mempercayai adanya dimensi etis dalam dunia bisnis. Hal ini sekaligus menghalau citra buruk dunia bisnis sebagai kegiatan yang kotor, licik, dan tipu muslihat. Kegiatan bisnis mempunyai implikasi etis dan oleh karenanya membawa serta tanggung jawab etis bagi pelakunya.
Berbisnis dengan etika adalah menerapkan aturan umum mengenai etika pada perilaku bisnis. Etika bisnis menyangkut moral, kontak sosial, hak-hak dan kewajiban, prinsip-prinsip dan aturan-aturan. Jika aturan secara umum mengenai etika mengatakan bahwa berlaku tidak jujur adalah tidak bermoral dan beretika, maka setiap insan bisnis yang tidak berlaku jujur dengan pegawainya, pelanggan, kreditur, pemegang usaha maupun pesaing dan masyarakat, maka ia dikatakan tidak etis dan tidak bermoral. Intinya adalah bagaimana kita mengontrol diri kita sendiri untuk dapat menjalani bisnis dengan baik dengan cara peka dan toleransi. Dengan kata lain, etika bisnis ada untuk mengontrol bisnis agar tidak tamak.
Pelanggaran etika dapat terjadi di mana saja, termasuk dalam dunia bisnis. Untuk meraih keuntungan, masih banyak perusahaan yang melakukan berbagai pelanggaran moral. Praktik curang ini bukan hanya merugikan perusahaan lain, melainkan juga masyarakat dan negara. Praktik korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) tumbuh subur di banyak perusahaan.
      Etika bisnis paling gampang diterapkan di perusahaan sendiri. Pemimpin perusahaan memulai langkah ini karena mereka menjadi panutan bagi karyawannya. Selain itu, etika bisnis harus dilaksanakan secara transparan. Pemimpin perusahaan seyogyanya bisa memisahkan perusahaan dengan milik sendiri. Dalam operasinya, perusahaan mengikuti aturan berdagang yang diatur oleh tata cara undang-undang. Etika bisnis tidak akan dilanggar jika ada aturan dan sanksi. Kalau semua tingkah laku salah dibiarkan, maka lama kelamaan akan menjadi kebiasaan., Norma yang salah ini akan menjadi budaya. Oleh karena itu bila ada yang melanggar aturan diberikan sanksi untuk memberi pelajaran kepada yang bersangkutan. Ada tiga sasaran dan ruang lingkup pokok etika bisnis. Pertama, etika bisnis sebagai etika profesi membahas berbagai prinsip, kondisi, dan masalah yang terkait dengan praktek bisnis yang baik dan etis. Dengan kata lain, etika bisnis pertama-tama bertujuan untuk menghimbau para pelaku bisnis untuk menjalankan bisnis secara baik dan etis.
Kedua, menyadarkan masyarakat, khususnya konsumen, buruh, atau karyawan dan masyarakatluas pemilik aset umum semacam lingkungan hidup, akan hak dan kepentingan mereka yang tidak boleh dilanggar oleh praktik bisnis siapapun juga. Pada tingkat ini, etika bisnis berfungsi menggugah masyarakat bertindak menuntut para pelaku bisnis untuk berbisnis secara baik demi terjaminnya hak dan kepentingan masyarakat tersebut.
Ketiga, etika bisnis juga berbicara mengenai sistem ekonomi yang sangat menentukan etis tidaknya suatu praktek bisnis. Dalam hal ini, etika bisnis lebih bersifat makro atau lebih tepat disebut etika ekonomi. Dalam lingkup makro semacam ini, etika bisnis bicara soal monopoli, oligopoli, kolusi, dan praktik semacamnya yang akan sangat mempengaruhi, tidak saja sehat tidaknya suatu ekonomi, melainkan juga baik tidaknya praktik bisnis dalam sebuah negara.
   Perkembangan dalam etika bisnis
Berikut perkembangan etika bisnis menurut Bertens (2000):
1.      Situasi Dahulu
      Pada awal sejarah filsafat, Plato, Aristoteles, dan filsuf-filsuf Yunani lain menyelidiki bagaimana sebaiknya mengatur kehidupan manusia bersama dalam negara dan membahas bagaimana kehidupan ekonomi dan kegiatan niaga harus diatur.
2.      Masa Peralihan: tahun 1960-an
Ditandai pemberontakan terhadap kuasa dan otoritas di Amerika Serikat (AS), revolusi mahasiswa (di ibukota Perancis), penolakan terhadap establishment (kemapanan). Hal ini memberi perhatian pada dunia pendidikan khususnya manajemen, yaitu dengan menambahkan mata kuliah baru dalam kurikulum dengan nama Business and Society. Topik yang paling sering dibahas adalah corporate social responsibility

        Etika Bisnis Lahir di AS: tahun 1970-an
Sejumlah filsuf mulai terlibat dalam memikirkan masalah-masalah etis di sekitar bisnis dan etika bisnis dianggap sebagai suatu tanggapan tepat atas krisis moral yang sedang meliputi dunia bisnis di AS.
        Etika Bisnis Meluas ke Eropa: tahun 1980-an
Di Eropa Barat, etika bisnis sebagai ilmu baru mulai berkembang kira-kira 10 tahun kemudian. Terdapat forum pertemuan antara akademisi dari universitas serta sekolah bisnis yang disebut European Business Ethics Network (EBEN).
     Etika Bisnis menjadi Fenomena Global: tahun 1990-an
Tidak terbatas lagi pada dunia Barat. Etika bisnis sudah dikembangkan di seluruh dunia. Telah didirikan International Society for Business, Economics, and Ethics (ISBEE) pada 25-28 Juli 1996 di Tokyo.

Dalam upaya untuk menciptakan etika bisnis, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain yaitu :
1. Pengendalian diri
 Pelaku-pelaku bisnis dan pihak yang terkait mampu mengendalikan diri mereka masing-masing untuk tidak memperoleh apapun dari siapapun dan dalam bentuk apapun..
2. Pengembangan tanggung jawab sosial.
Pelaku bisnis ini dituntut untuk peduli dengan keadaan masyarakat, bukan hanya dalam bentuk “uang” saja, dengan jalan memberikan sumbangan, melainkan melalu cara yang lebih kompleks lagi. Jadi, dalam keadaan apapun para pelaku bisnis harus mampu mengembangkan dan memanifestasikan sikap tanggung jawab terhadap masyarakat sekitar di lingkungan usaha mereka.
      3. Mempertahankan jati diri
Memperthahankan jati diri disini bukan berarti di dalam etika bisnis tidak perduli akan perkembangan informasi dan teknologi, tetapi informasi dan teknologi itu harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kepedulian bagi golongan yang lemah dan tidak kehilangan budaya sendiri yang dimiliki.
4. Menciptakan persaingan yang sehat
Persaingan dalam dunia bisnis perlu untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas, tetapi persaingan tersebut tidak mematikan yang lemah, dan sebaliknya, harus terdapat jalinan yang erat antara pelaku bisnis besar dan golongan menengah kebawah, sehingga dengan perkembangannya perusahaan besar mampu memberikan spread effect terhadap perkembangan sekitarnya. Untuk itu dalam menciptakan persaingan perlu ada kekuatan-kekuatan yang seimbang dalam dunia bisnis tersebut.
5. Menerapkan konsep “pembangunan berkelanjutan”
Dunia bisnis seharusnya tidak memikirkan keuntungan hanya pada saat sekarang, tetapi perlu memikirkan bagaimana dengan keadaan dimasa mendatang. Berdasarkan ini jelas pelaku bisnis dituntut tidak meng-”ekspoitasi” lingkungan dan keadaan saat sekarang semaksimal mungkin tanpa mempertimbangkan lingkungan dan keadaan dimasa datang walaupun saat sekarang merupakan kesempatan untuk memperoleh keuntungan besar.
     6. Menghindari sifat 5K (Katabelece, Kongkalikong, Koneksi, Kolusi dan Komisi)
Jika pelaku bisnis sudah mampu menghindari sikap seperti ini, kita yakin tidak akan terjadi lagi apa yang dinamakan dengan korupsi, manipulasi dan segala bentuk permainan curang dalam dunia bisnis ataupun berbagai kasus yang mencemarkan nama bangsa dan negara.
7. Mampu menyatakan yang benar itu benar
Artinya, kalau pelaku bisnis itu memang tidak wajar untuk menerima kredit (sebagai contoh) karena persyaratan tidak bisa dipenuhi, jangan menggunakan “katabelece” dari “koneksi” serta melakukan “kongkalikong” dengan data yang salah. Juga jangan memaksa diri untuk mengadakan “kolusi” serta memberikan “komisi” kepada pihak yang terkait.
Secara garis besar ke tujuh faktor tersebut lah yang paling berpengaruh terhadap penerapan etika di dalam dunia bisnis. Dan dalam penerapannya yang lebih sering banyak diterapkan oleh para pelaku dalam dunia bisnis untuk tetap mempertahankan eksistensinya dalam dunia bisnis itu sendiri. 
Membumikan Etika Bisnis di Perusahaan

Etika pada dasarnya adalah standar atau moral yang menyangkut benar-salah, baik -buruk. Dalam kerangka konsep etika bisnis terdapat pengertian tentang etika perusahaan, etika kerja dan etika perorangan, yang menyangkut hubungan-hubungan sosial antara perusahaan, karyawan dan lingkungannya. Etika perusahaan menyangkut hubungan perusahaan dan karyawan sebagai satu kesatuan dengan lingkungannya (misalnya dengan perusahaan lain atau masyarakat setempat), etika kerja terkait antara perusahaan dengan karyawannya, dan etika perorangan mengatur hubungan antar karyawan.
Perilaku etis yang telah berkembang dalam perusahaan menimbulkan situasi saling percaya antara perusahaan dan stakeholders, yang memungkinkan perusahaan meningkatkan keuntungan jangka panjang. Perilaku etis akan mencegah pelanggan, pegawai dan pemasok bertindak oportunis, serta tumbuhnya saling percaya.
Kebijakan perusahaan untuk memberikan perhatian serius pada etika perusahaan akan memberikan citra bahwa manajemen mendukung perilaku etis dalam perusahaan. Kebijakan perusahaan biasanya secara formal didokumentasikan dalam bentuk Kode Etik (Code of Conduct). Di tengah iklim keterbukaan dan globalisasi yang membawa keragaman budaya, code of conduct memiliki peran yang semakin penting, sebagai buffer dalam interaksi intensif beragam ras,pemikiran, pendidikan dan agama
Terdapat tiga faktor utama yang memungkinkan terciptanya iklim etika dalam perusahaan. Pertama, terciptanya budaya perusahaan secara baik. Kedua, terbangunnya suatu kondisi organisasi berdasarkan saling percaya (trust-based organization). Dan ketiga, terbentuknya manajemen hubungan antar pegawai (employee relationship management).
2.      Manfaat Perusahaan Menerapkan Etika dalam Bisnis
Etika bisnis di butuhkan karena untuk membentuk suatu perusahaan yang kokoh dan memiliki daya saing yang tinggi serta mempunyai kemampuan menciptakan nilai (value-creation) yang tinggi,diperlukan suatu landasan yang kokoh.Biasanya dimulai dari perencanaan strategis , organisasi yang baik, sistem prosedur yang transparan didukung oleh budaya perusahaan yang andal serta etika perusahaan yangdilaksanakan secara konsisten dan konsekuen.
Haruslah diyakini bahwa pada dasarnya praktek etika perusahaan akan selalu menguntungkan perusahaan untuk jangka menengah maupun jangka panjang karena :
1.  Akan dapat mengurangi biaya akibat dicegahnya kemungkinan terjadinya friksi baik  intern perusahaanmaupun dengan eksternal.
2.      Akan dapat meningkatkan motivasi pekerja.
3.      Akan dapat melindungi kebebasan ber niaga.
4.      Akan meningkatkan keunggulan bersaing.
Tindakan yang tidak etis, bagi perusahaan akan memancing tindakan balasan dari konsumen dan masyarakat dan akan sangat kontra produktif,misalnya melalui gerakan pemboikotan, larangan beredar, larangan beroperasi. Hal ini akan dapat menurunkan nilai penjualan maupun nilai perusahaan.Sedangkan perusahaan yang menjunjung tinggi nilai-nilai etika pada umumnya perusahaan yang memiliki peringkat kepuasan bekerja yang tinggi pula, terutama apabila perusahaan tidak mentolerir tindakan yany tidaketis misalnya diskriminasi dalam sistem remunerasi atau jenjang karier. Karyawan yang berkualitas adalah aset yang paling. berharga bagi perusahaan oleh karena itu semaksimal mungkin harus tetap dipertahankan.
Nama Kelompok 8
>Godlif Saputro                          (23210029)
>Muhammad Ali Rafsanjani   (24210630)
>Novianto Pratama                  (25210020)

>Riko Hanjaya                             (25210958)
>Sicilia Indriyani                          (29210429)

>Yandra Pratama                       (28210590)

TOEFL Test Format

Posted on

The Computer-Based TOEFL (CBT)

When you take the computer-based TOEFL (TOEFL CBT) you will first read a seven-step tutorial teaching you the computer skills necessary for taking the test. For reading the tutorial you have as much time as you want because it is not part of the test itself. The tutorial will teach you such things as how to use a mouse, how to scroll down a page and click on icons. All four sections of the TOEFL test (Listening, Structure, Reading and Writing) are covered in the tutorial so you when you have finished studying the information you will be well prepared the test.

The format of the computer-based TOEFL (CBT TOEFL) test is as follows:
You start by reading the tutorials for which you have unlimited time. Then you take the Listening Section, which lasts between 40 and 60 minutes and you will answer between 30 and 50 questions. After the Listening Section you move on to the section called “Structure”. This part takes between 15 and 20 minutes and there will be between 20 and 25 questions. After you have finished the Structure Section there is a short break of 5 minutes and then you start the Reading Section which takes 70 to 90 minutes and includes 44 to 55 questions. The last part of the TOEFL CBT is the Writing Section. Here you will be given one topic on which you have to write an essay within 30 minutes.

 

 

  • Listening

The Listening Section of the TOEFL test is made up of three parts. In the first part you will hear short conversations usually containing two sentences which are followed by a single question. In the second part you will hear a longer dialogue between two people. After the dialogue you will hear four of five questions. Each of those questions is followed by four answers (A, B, C and D). Only one of those four answers is correct. You have to select the correct answer.

In the final part of the Listening Section you will hear longer pieces of spoken communication such as lectures, radio talks, TV announcements or other broadcasts. Each of those talks lasts between one to two minutes and it is delivered by a single speaker. After every piece of information you have listened to, you must answer four to five questions.

  • Structure

In the Structure Section you have to demonstrate your knowledge and skills in vocabulary, grammar and proper usage of standard North American written English. You will have to recognize vocabulary items of an academic nature, this means, there will be subjects related to science, the arts, literature, culture and history. To answer the questions correctly it will be sufficient if you have an average level of knowledge of those subjects.

 

  • Reading Section

In the Reading Section you will find short passages similar to the sort of texts used for academic purposes in the US, Canada or other internationally recognized universities. For example there will be texts about the arts, literature, biography of important people, science and scientific research as well as history related to North America. Even if you know a lot about any of the subjects covered in the Reading Section of the TOEFL test, it will not necessarily be to your advantage in answering the questions correctly because the TOEFL measures your English language proficiency rather than your knowledge of a specific area. After all, you take the TOEFL test before you actually start your study program at university.

  • Writing Section

In the Writing Section you have to compose an essay based on one single assigned topic. Your essay should include such elements as original thought, analysis, examples, evidence and organization in English. You can choose between composing your essay at a computer or using the traditional hand-written format.

 

COMMENT

TOEFL adalah penilaian kefasihan dalam bahasa Inggris diterima oleh lebih dari 6.000 lembaga. Banyak orang mungkin menganggap bahwa semua ini adalah di Amerika atau Inggris Raya, tetapi mereka sebenarnya tersebar di seluruh dunia di 110 negara. Hampir setiap universitas di negara-negara berbahasa Inggris utama seperti Amerika Serikat, Inggris, Australia, Kanada, dan Selandia Baru, gunakan nilai dari TOEFL untuk menentukan apakah atau tidak penutur non-bahasa Inggris dapat diterima pada program-program mereka, menerima beasiswa, atau masukkan lulus sekolah.

Manfaat lain dari TOEFL atas tes kemampuan berbahasa Inggris yang lain adalah pada kenyataan bahwa ada lebih dari 4.000 pusat tes dapat Anda gunakan. Jika Anda harus melakukan perjalanan, Anda akan menghemat waktu dan uang karena tes dapat diselesaikan dalam satu hari.

Tes ini awalnya dikembangkan di Pusat Linguistik Terapan dipimpin oleh ahli bahasa, Dr Charles A. Ferguson. Berbasis di Washington, DC, Pusat Linguistik Terapan (CAL) adalah sebuah organisasi nirlaba yang berkomitmen untuk meneliti hubungan antara bahasa dan budaya. Didirikan pada tahun 1959, direktur pertama adalah Charles A. Ferguson yang pernah diberikan program serupa di Timur Tengah di tahun 1921-1998 dan mengajar sebagai profesor di Universitas Harvard. Ferguson dipandu untuk dapat mengembangkan solusi praktis serta untuk dapat penerapan bahasa dan keprihatinan keaksaraan pemerintah internasional dan nasional.

 

 

 

Setelah mengikuti Tes TOEFL, peserta akan mendapatkan TOEFL Score.

Adapun kegunaan TOEFL Score adalah untuk:

  1. Mendaftar di Sekolah Menengah Atas (SMA) internasional
  2. Mendaftar di Perguruan Tinggi dalam dan luar negeri
  3. Mendapatkan Beasiswa sekolah atau perguruan tinggi internasional
  4. Melamar pekerjaan diperusahaan Swasta atau Negeri, didalam atau di luar negeri
  5. Kenaikan jabatan atau promosi bagi seseorang yang sudah bekerja

 

 

Souece : http://www.english-test.net

GRAMMAR ON TOEFL

Posted on

GRAMMAR ON TOEFL

Subject (S) + Verb (V) + Complement (C) + Modifier (M)

1. Subject

The subject is the agent of the sentence in the active voice; it is the person or thing that performs or is responsible for the action of the sentence, and usually located before the verb.

Examples of subjects :

 She is not going to the office

 The Departemnt Store open at ten o’clock

I explain how to study English

 2. Verb

The verb follows the subject in a declarative sentence; it generally shows the action of the sentence.

Examples of verbs :

She will go to Bali next week

My sister is very clever

I am learning english

 

3. Complement

A complement completes the verb.  It is similar to the subject. A complement answers the question what? Or whom?.

Examples of complements :

 

>Nick was driving a new car                          > (what was Nick driving? -> a new car)

> Sarijon bought a cake yesterday               >  (What did Sarijon buy yesterday?  –> a cake)

 >He saw Tony at the movie                          > (Whom did he see at the movie? –> Tony)

 

 

 

 

4. Modifier

A modifier tells the time, place, or manner of the action.

Examples of modifier :

>Joe was swimming in the pool

>Where was Joe swimming? -> in the pool

>We ate dinner at seven o’clock

>When did we eat dinner? -> at seven o’clock

 

 

TENSES

In grammar, tense is a category that locates a situation in time, to indicate when the situation takes place. Tense is the grammaticalisation of time reference, often using three basic categories of “before now”, i.e. the past; “now”, i.e. the present; and “after now”, i.e. the future. The “unmarked” reference for tense is the temporal distance from the time of utterance, the “here-and-now”, this being absolute-tense.

Relative-tense indicates temporal distance from a point of time established in the discourse that is not the present, i.e. reference to a point in the past or future, such as the future-in-future, or the future of the future (at some time in the future after the reference point, which is in the future) and future-in-past or future of the past (at some time after a point in the past, with the reference point being a point in the past).

Not all languages grammaticalise tense, and those that do differ in their grammaticalisation thereof. Languages without tense are called tenseless languages and include Burmese, Dyirbal and Chinese.

Not all grammaticalise the three-way system of past–present–future. For example, some two-tense languages such as English and Japanese express past and non-past, this latter covering both present and future in one verb form, whereas others such as Greenlandic and Quechua have future and non-future. Four-tense languages make finer distinctions either in the past (e.g. remote vs recent past), or the future (e.g. near vs remote future).

The six-tense language Kalaw Lagaw Ya of Australia has the remote past, the recent past, the today past, the present, the today/near future and the remote future. The differences between such finer distinctions are the distance on the timeline between the temporal reference points from the present.

 

 

Present Simple Tense

How do we make the Present Simple Tense?

How do we use the Present Simple Tense?

We use the present simple tense when:

>the action is general

>the action happens all the time, or habitually, in the past, present and future

>the action is not only happening now

>the statement is always true

 

Present Continuous Tense

The structure of the present continuous tense is:

Subject +auxiliary verb + main verb be base + ing

How do we use the Present Continuous Tense?

We use the present continuous tense to talk about:

>action happening now

>action in the future

 Look at these examples:

John is learning to drive.

 

Present Perfect Tense

The structure of the present perfect tense is:

Subject + auxiliary verb + main verb have past participle

How do we use the Present Perfect Tense?

This tense is called the present perfect tense. There is always a connection with the past and with thepresent.

There are basically three uses for the present perfect tense:

 

 

>Experience

>Change

>Continuing situation

 

Simple Past Tense

The simple past is used for a completed action that happened at one specific time in the past.

Examples :

>Marry went to Deutch last year

>John washed the dishes after Lunch

 

Past Progressive (continuous)

Use of Past Progressive

a. Puts emphasis on the course of an action in the past

 Example: She was playing doll.

b. Two actions happening at the same time (in the past)

 Example: While he was preparing lunch, he was washing the dishes.

c. Action going on at a certain time in the past

Example: When I was having breakfast, the phone suddenly rang

 

 Present Perfect

Subject  +  [has/have]  +  [verb in past participle] …

Examples :

>I have seen that movie twenty times.

>We have already written our reports

>Renny hasn’t called her parents yet

 

 

 

 Present Perfect Progressive (continuous)

Subject  +  [has/have]  +  been  +  [verb+ing]

Use of Present Perfect Progressive

Example:

>She has been writing for two hours.

>I have been living here since 2001.

>I have been working all afternoon.

 

 Past Perfect

Subject  +  had  +  [verb in past participle]

Examples :

>You had studied hard before you moved to New York.

>John went home after he had gone to the book store

 

Past Perfect Progressive (continuous)

Subject  + had  + been  +  [verb+ing]

Examples :

>Nate had been working at the university forforty-five years before he retired

 

 

 

 

 

 

 

 

 

The Example of Grammar in Toefl Questions

 

Choose the best answer for each of the following questions. There is only one correct answer choice for each.

1. With the passing of time and the encroachment of people, the habitat of gorillas ______ to decrease.

a.Continuing

b. Which continue

c. Continues

d. That it has continued

Answer :   c. Continues (Because this is sentence to use simple present tense)

 

 2.   Despite being basically arboreal in nature, koalas ________ to inhabit a specific territory and range of some 30 square miles.

a. Knowing

b .Which know

c. Are knowing

 d. Are known

Answer :   d. are known (Because this is sentence to use simple past tense)

 

<wikipedia.com>

<google search engine>

TOEFL Strategies for Listening Section

Posted on

TOEFL listening section, tests the ability of a student, especially a non-native English speaker, to understand spoken English (accentuated) in educational setting. Listening is an important skill to understand the concepts and ideas. Only when the concepts are understood completely it becomes a lighter task to score in the listening section of TOEFL test. In order to develop the listening skills for TOEFL, there are certain set of listening strategies or steps. They are explained in detail given below.

Requirements for TOEFL Listening Strategy

Listening strategies for TOEFL aims at providing each and every minute detail that are required to respond to all the questions within the given time in this section. Responding to the questions in time is very important because, it will help TOEFL candidates to save time, which they might spend on, one specific part of the test section.

 

There are certain steps in strategies that would help in managing time in each part of listening test section (recordings). There are some basic requirements for listening skills which serves the steps in TOEFL listening strategies as detailed below:

  • Basic Comprehension

When students listen to a recorded lecture or a conversation, they should understand the central or main idea in it. Then they should skim the recording for key points, important facts, purpose and the relevant details that connects the key points.

  • Practical Understanding

It may also be called as “pragmatic understanding” where the meaning of a word should be taken, according to the context. Students are needed to find the intended meaning of the speaker i.e. from his point of view. A wide range of vocabulary is necessary for this process because, the recordings in listening test are usually from academic background. Practical understanding also becomes a must to find the purpose of a lecture or a conversation.

  • Relate Ideas given in multiple information sources

Relating ideas is the final state where the key points and the important facts are compared to find the relationship between them. This method would initially lead to construct an argument. Then a string of supportive and non supportive elements are categorized and as a result the causes for the events are traced. This is where a student would end up identifying the conclusion which is expressed indirectly.

 

 

  • Inference

Inference is to find the implied conclusion in recordings from the author’s point of view. The conclusion might be implied or expressed indirectly anywhere in the passage.

These are the basic requirements necessary, in each part of the strategy of listening section, which consists of two recorded lectures and one long conversation. These fundamentals are to be followed, in the following few preparatory steps.

 

Strategies in Preparation

 

  • Spoken English From Various Sources And Accents

There are variations between the accents of English. It is the best to listen to English from various sources like television, music, radio etc. And also it is good to listen to the native speakers of English with different pronunciation and dialect. By doing this students would be able to improve their listening skills and also they will get used to different kinds of accents. It will be helpful very much if they listen to academic passages or conversations.

 

  • Making Notes

While listening to a recording, notes should be jot down. These notes would help you to remember the important points given by speaker. The reason is also that, during the test you will be given only one chance to listen to a passage. Note making will help you to remember the details and the clues effectively.

 

  • Main Idea

The main idea of a passage should be identified in a recording, as a first task while taking notes. Main idea of a lecture is usually given in the introductory part. The other details would be given in the rest of a lecture. Once the main idea is found it becomes a lighter task to find the purpose of the speaker.

 

  • Pointer Words, Important Facts And Relationship Between The Facts

The pointer words may be defined as signal words or clues, given by the speaker. These keywords should be collected along with important facts and events. This should be done in order to compare them and identify the relationship between them. In turn this would give you the cause of the events.

 

  • Summary of Observation

Give a summary of the recording which was listened, using the notes that are taken down. During this process, only important facts, relevant details, main idea and the key facts are covered. This is a good time saving technique, to prevent going through the notes again and again.

 

  • Building your Vocabulary

Above all it is also important to build a student’s vocabulary, to find the meaning of a word, according to the context of the speaker. Students should get familiar with the words which they consider as new ones and practice them in their everyday life.

The steps and the requirements in TOEFL strategies for listening section, which are elaborated above should be followed and practiced to manage time while taking up the test. The most important part in listening section is to concentrate on the subject of the speaker, and a student does not have to be distracted by the accent.